Penampakan Kuntilanak di Ujungberung Bandung

Penampakan Kuntilanak di Ujungberung Bandung

[media id=254 width=500 height=400]

Kuntilanak sedang berjemur di kolam ikan di villa di Ujungberung Bandung. Terekam oleh kamera ponsel Nokia.

Kuntilanak (bahasa Melayu: puntianak, pontianak) adalah hantu yang dipercaya berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia atau wanita yang meninggal karena melahirkan dan anak tersebut belum sempat lahir.

Nama “kuntilanak” atau “pontianak” kemungkinan besar berasal dari gabungan kata “bunting” (hamil) dan “anak”. Mitos ini mirip dengan mitos hantu langsuir yang dikenal di Asia Tenggara, terutama di nusantara Indonesia.

Mitos hantu kuntilanak sejak dahulu juga telah menjadi mitos yang umum di Malaysia setelah dibawa oleh imigran-imigran dari nusantara.

Kota Pontianak mendapat namanya karena konon Abdurrahman Alkadrie, pendiri Kesultanan Pontianak, diganggu hantu ini ketika akan menentukan tempat pendirian istana.

Kuntilanak misteri, Kuntilanak foto, Kuntilanak gambar, Kuntilanak video, Kuntilanak quran,  Kuntilanak ayat, Kuntilanak indon, Kuntilanak indo, Kuntilanak indonesia, Kuntilanak hantu,  Kuntilanak kl, Kuntilanak, misteri foto, misteri gambar, misteri video, misteri Kuntilanak mukjizat, misteri,hantu misteri, hantu foto, hantu gambar, hantu video, hantu kawan, hantu toyo, hantu artis, hantu cari, hantu melayu, hantu layu, hantu melay, hantu malaysia, hantu indon, hantu indo, hantu indonesia,Penampakan, Kuntilanak, di Ujungberung, Bandung

Hantu toilet

hantu

Hantu toilet

[media id=197 width=500 height=400]

Disekolah, gw dipercaya menjabat sebagai ketua osis dan juga sebagai pembina mading untuk bulan tersebut. Sebagai pembina mading, gw musti bekerja keras untuk memimpin teman-teman yang lain membuat mading tentunya tanpa batasan waktu dan pada saat itu, kami mengerjakannya sampai jam 6 malam.

Kisahnya dimulai ketika temen gw, sebut saja Dido! hendak pergi ke toilet yang berada 1 tingkat dibawah tempat kami semua berada. Karena rasa takutnya, Dido mengajak gw untuk menemaninya ke toilet. Gw yang berisfat biasa aja akhirnya menemani Dido menuju toilet.Sesampainya di Toilet, Dido masuk kedalam kabin toilet sedangkan gw menunggu di luar kabin.

Karena Dido cukup lama, sembari menunggu Dido gw memutuskan untuk buang air kecil juga. Begitu gw keluar dari kabin, ternyata pintu kabin Dido masih tertutup dengan rapat. Gw yang udah bosen memberanikan diri untuk meneriaki Dido. “Woii Dido, udahan blom?” tiba-tiba, terdengarlah suara sahutan “Tunggguuuu sebentarr…!!!” dengan nada yang datar dan agak aneh! Gw yang gak berprasangka sama sekali, mengira bahwa itu adalah ulah Dido yang hendak mengerjain gw.

Gw yang kesal dengan lamanya Dido di toilet dan kesal dengan Dido yang sudah mengerjaiku dengan sahutan datar tersebut membuat gw menendang paksa pintu kabin Dido dengan maksud membuatnya terkejut dan sadar bahwa ia sudah sangat lama berada didalam toilet. Nyittt…!!! Pintu yang gw tendang tiba-tiba terbuka dan betapa kagetnya gw ketika mengetahui bahwa Dido udah gak berada didalam kabin toilet tersebut! refleks gw langsung lari keatas, tempat teman-teman gw berkumpul menyelesaikan mading.

Sesampainya gw disana, memang benar! Dido sudah berada disana! tentu gw marah banget. Namun, setelah dijelaskan gw baru ngerti bahwa pada saat gw masuk kedalam kabin,

Dido mengira gw meninggalkannya sehingga ia pun segera menuju ke atas.Hikmah dari cerita ini, jangan pernah bermain-main dengan hal yang serius! dan bersifatlah setia kepada teman-temanmu.

Hantu toilet , Hantu toilet   misteri, Hantu toilet  foto, Hantu toilet  gambar, Hantu toilet video, Hantu toilet   toyol, Hantu toilet  cari, Hantu toilet  melayu, Hantu toilet peristiwa, Hantu toilet   malaysia, Hantu toilet  ,  Hantu toilet    bf1, misteri foto, misteri gambar, misteri video, misteri kawan, misteri toyo, misteri artis, misteri cari, misteri melayu, misteri layu, misteri melay, misteri malaysia, misteri indon, misteri indo, misteri indonesia, misteri takut, misteri teman, misteri kl, misteri bf1, Hantu toilet misteri, Hantu toilet   foto, Hantu toilet  video,  Hantu toilet  melayu, Hantu toilet layu, Hantu toilet   melay, Hantu toilet malaysia, Hantu toilet indon, Hantu toilet indo, Hantu toilet indonesia, Hantu toilet  teman, Hantu toilet  kl, Hantu toilet bf1,misteri, gambar Hantu toilet,  video Hantu toilet  , kawan Hantu toilet, toyo Hantu toilet , cari Hantu toilet ,Hantu toilet  melayu, misteri, foto, gambar, video, kawan, toyo, artis, cari, melayu, layu, melay, malaysia, indon, indo, indonesia, takut, teman, kl, bf1,

Hang Tuah, Sang Pahlawan Melayu

Hang Tuah, Sang Pahlawan Melayu

hang-tuah

Semua dari kita mengenal nama Hang Tuah dari buku pelajaran sejarah nasional. Bersama-sama dengan Hang Jebat, Hang Lekir, Hang Lekiu dan Hang Kasturi, dia dikenal sebagai lima serangkai ksatria perkasa dan tangguh pada abad ke 15. Nama Hang Tuah diabadikan sebagai nama jalan di kota besar di Indonesia, seperti di Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Bali dan Jakarta. Namanya juga dihormatkan di salah satu perguruan tinggi di Surabaya (Universitas Hang Tuah) dan kapal penjelajah (frigate) TNI Angkatan Laut, KRI Hang Tuah.

Kalau nama Hang Tuah banyak ditulis dalam buku pelajaran sejarah Indonesia, ini sebetulnya terasa janggal. Hang Tuah dan kawan-kawannya dalam catatan sejarah selama ini tak pernah berkiprah di kerajaan atau kesultanan di Indonesia. Dia menjadi laksamana pada masa pemerintahan Sultan Malaka bernama Mansur Syah. Hang Tuah dikenal sebagai tangan kanan Sultan yang amat loyal dan setia dan terkenal dengan sumpahnya ‘Takkan Melayu Hilang di Dunia’. Oleh karenanya Hang Tuah mendapat tempat sangat terhormat sebagai pahlawan bangsa Melayu. Secara berkelakar saya berpikir kalau selama ini kita mencak-mencak karena Malaysia mengklaim batik, angklung, atau reog sebagai warisan budayanya, boleh jadi suatu saat kelak kita akan dibalas digugat karena ‘mengklaim’ Hang Tuah sebagai ‘pahlawan’ Indonesia.Terlepas dari hal itu, ada wacana yang sangat menarik untuk diikuti bagi saya yang sangat awam dengan sejarah tentang sosok Hang Tuah dalam tahun-tahun terakhir ini. Banyak pengungkapan baru (baik yang ilmiah maupun hipotetis) yang mengejutkan berkaitan dengan Hang Tuah. Salah satunya adalah hasil kajian pakar arkeologi, pakar sejarah dari Amerika, Inggris, Jerman, Rusia dan Kanada yang mengatakan bahwa Hang Tuah secara etnis bukan berasal dari bangsa Melayu, melainkan dari China. Hang Tuah dan kawan-kawannya dikirim oleh Kaisar China sebagai bentuk kerjasama persahabatan dengan kesultanan Malaka dalam rangka menghambat agresi dari Kesultanan Siam (sekarang Thailand).

Argumentasi untuk menguatkan ‘klaim’ bahwa Hang Tuah dan teman-temannya adalah dari ras China, antara lain menyebutkan bahwa mereka berlima pernah menjalani masa untuk mempelajari bahasa dan adat istiadat Melayu. Argumentasi lainnya adalah soal penamaan ‘Hang’ yang dalam budaya Melayu tidak lazim dipakai. Nama ‘Hang’ yang diletakkan di depan (sebagai surname) sepadan dengan cara penamaan dalam budaya China sebagai nama marga yang dalam hal ini dilafalkan dengan ‘Han’. Hipotesa yang dikembangkan Hang Tuah ditengarai sebagai pemelayuan dari nama Han Too Ah, Hang Jebat dari Han Tze Fat, Hang Lekir dari Han Lee Kie dan sebagainya.

Hipotesa ini memang diperkuat dengan fakta sejarah bahwa Sultan Mahmud Syah menikahi putri kaisar Tiongkok bernama Han Li Po pada masa itu. Penganugerahan putri kaisar Han Li Po ini memang merupakan strategi kekaisaran China di masa itu untuk mengekalkan silaturahim antara dua kerajaan. Bersamaan dengan kedatangan putri Han Li Po, Hang Tuah dan kawan-kawannya ikut bergabung sebagai ‘penasehat militer’ di kesultanan Malaka. Kisah kehidupan Hang Tuah memang sarat dengan legenda sehingga melahirkan banyak hikayat. Dalam cerita sejarah pun kita pernah membaca bahwa Hang Tuah pernah difitnah telah berbuat serong dengan salah seorang selir Sultan. Dia dijatuhi hukuman mati namun nyawanya diselamatkan oleh Bendahara (semacam perdana menteri) dengan menyembunyikannya di tempat terpencil. Konon Hang Jebat setelah mendengar bahwa sahabat kentalnya dari kecil dihukum mati, menjadi sangat murka dan membunuh siapa saja dalam lingkaran kesultanan itu. Sultan pun ikut kewalahan dan terpaksa menyingkir menghadapi Hang Jebat yang memberontak membabi-buta.

Hikayat ini selanjutnya menuturkan dalam kekalutan ini, Bendahara akhirnya mengakui kepada Sultan bahwa sesungguhnya Hang Tuah masih hidup dalam persembunyian dan mengusulkan kepada sultan agar memaafkan dan menerima kembali Hang Tuah guna menaklukkan Hang Jebat. Sultan menerima saran ini dan setelah bertempur selama delapan hari, Hang Tuah dapat menaklukkan Hang Jebat yang angkara murka. Hang Tuah tetap berbakti sampai hari tuanya dan makamnya di Tanjung Kling, Malaka masih bisa dikunjungi sampai kini.