Tag Archives: Ordo Permandian

Sejarah Gelar ‘Knight Grand Cross in the Order of Bath’

Sejarah Gelar ‘Knight Grand Cross in the Order of Bath’

 

knight-cross-of-bath

Pada tanggal 31 Oktober 2012 kemarin, Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menerima gelar “Knight Grand Cross in the Order of Bath”‘ Gelar ini cukup prestise di kalangan pemimpin negara> Bagaimanakah sejarahnya? Dalam situs resmi Kerajaan Inggris royal/gov.uk, tertera informasi soal sejarah gelar tersebut.

The Most Honourable Order of the Bath, dahulunya bernama The Most Honourable Military Order of the Bath (bahasa Indonesia:Yang Paling Terhormat Ordo Permandian), adalah gelar kesatriaan Britania Raya yang dicetuskan oleh Raja George I pada tanggal 18 Mei 1725. Nama tersebut berasal dari upacara Abad Pertengahan yang rumit untuk mengesahkan seorang kesatria, yang salah satunya adalah melalui ritual Permandian (bath). Para kesatria yang diberikan gelar tersebut dinamakan Kesatria Bath (Knights of the Bath).

Ordo ini terdiri atas Yang Berdaulat atau the Sovereign (sekarang dipegang oleh Ratu Elizabeth II), Tuan Agung atau the Great Master(yang sekarang dipegang oleh Charles, Pangeran Wales), dan tiga golongan anggota:

  • Knight Grand Cross/Kesatria Salib Agung (pria) atau Dame Grand Cross/Dame Salib Agung (wanita),
  • Knight Commander/Kesatria Komandan (pria) atau Dame Commander (wanita), dan
  • Companion/Kompanyon

Anggota dapat berasal dari divisi Sipil (Civil) atau Militer (Military). Sebelum tahun 1815, ordo tersebut hanya memiliki satu golongan kesatria, yakni Knight Companion, yang sekarang sudah tidak ada lagi. Para pemegang gelar sekarang biasanya pejabat militer senior atau pegawai sipil. Orang asing dan warga negara Persemakmuran yang kepala negaranya bukan Sang Ratu dapat dijadikan Anggota Kehormatan (Honorary Members).

Gelar ‘Bath’ sebetulnya berasal dari ritual mandi atau membersihkan diri, terinsipirasi dari mandi dalam proses pembaptisan. Ini adalah simbol dari upaya penyucian diri, sebuah proses persiapan seorang kesatria Britania sebelum bertugas. Penghargaan ini tak akan diberikan sebelum para kandidat sudah mempersiapkan diri dengan berbagai ritual seperti puasa, berdoa, dan membersihkan dirinya dengan mandi.Gelar the Order of Bath pada awalnya diberikan pada para tentara dan beberapa masyarakat sipil. Penerima gelarnya selalu pria. Baru pada tahun 1971, ada seorang wanita yang diberi penghargaan tersebut untuk pertama kalinya. Susunan pemberi gelar terdiri dari pemangku kedaulatan (ratu), seorang Great Master (Pangeran Wales) dan tiga anggota dari kelas berbeda.

Ritual mandi untuk menciptakan seorang kesatria tercatat dilakukan oleh Raja William I. Saat itu dia memandikan bocah 15 tahun bernama Geoffrey Count of Anjou pada tahun 1128 yang belakangan menjadi kesatria. Pada saat pengangkatan Henry V sebagai raja tahun 1413, dia juga melakukan ritual yang sama untuk para kesatria. Namun akhir abad ke-15, ritual mandi ini mulai hilang. Namun seremoni pemberian gelar dengan sebutan ‘Knights of the Bath’ masih dilakukan.

Pada tahun 1725, saat George I menjadi raja, pemberian gelar dihidupkan kembali untuk memenuhi keinginan Perdana Menteri Britania Raya pertama, Sir Robert Walpole yang menginginkan adanya tambahan penghargaan politik. Tahun 1815, saat era perang Napoleon berakhir, Pangeran Regent (Raja George IV) membuat dua divisi dalam penghargaan ini, yaitu untuk militer dan sipil. Kemudian sejak tahun 1825, ritual mandi dalam pemberian penghargaan ini resmi dihilangkan. Begitu juga dengan ritual puasa.

Kepala negara Britania adalah pemegang posisi Yang Berdaulat dari Order of the Bath. Sama dengan semua gelar kehormatan, kecuali yang diberikankepala negara sebagai hadiah pribadi, kepala negara harus memberikan gelar Order of the Bath sesuai nasihat dari Parlemen Britania Raya

Great Master

Biasanya Prince of the Blood Royal, alias Principal Knight Companion, pangkatnya satu tingkat dibawah Kepala Negara. Hingga saat ini, tercatat ada sembilan Great Master atau Tuan Agung, yaitu

     1725–1749: John Montagu, Adipati Montagu

1974–sekarang: Charles, Pangeran Wales                                                                                                                                                                                                                       Anggota                                                                                                                                                                                                                                                                           Keanggotaan biasa hanya dapat dimiliki oleh warga negara Britania Raya atau negara-negara Persemakmuran yang kepala negaranya adalah sang Ratu. Yang ditunjuk untuk mendapatkan gelar ini biasanya adalah petugas angkatan bersenjata atau pegawai sipil senior seperti sekretaris permanen.

Anggota yang ditunjuk untuk menjadi bagian Divisi Sipil (Civil Division) harus didasarkan atas jasa pribadinya kepada kerajaan (baca: negara) atau dari pelayanannya terhadap masyarakat yang mendapat restu kerajaan.

Warga negara asing atau warga negara Persemakmuran yang kepala negaranya bukan Ratu dapat dijadikan Anggota Kehormatan (Honorary Member). Yang Mulia Ratu Elizabeth II telah menetapkan jadi suatu istiadat bahwa kepala negara asing yang berkunjung ke Britania Raya akan diberikan gelar kehormatan Knight Grand Cross, di antara kepala-kepala negara ini adalah Ronald ReaganPresiden Turki Abdullah GülPresiden Slovenia Dr. Danilo TürkPresiden Afrika Selatan Jacob Zuma, dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.