Sejenis Ikan lele tapi berkaki empat(SALAMANDER)

0

Sejenis Ikan lele tapi berkaki empat(SALAMANDER)

[media id=89 width=500 height=400]

Ikan lele raksasa Mekong, Pangasianodon gigas, adalah spesies ikan lele (ordo Siluriformes) dalam famili ikan lele hiu (famili Pangasiidae), berasal dari sungai Mekong di Asia Tenggara. Ikan lele ini juga terlihat di Sungai Bangkok.

ternyata ikan ini namanya SALAMANDER,kalo dikatakan sejenis amphibi tapi dia nggak bisa hidup di darat,pengen sih nyoba ngeluarin nih ikan dari akuarium,he he ntr di marahin yg mpunya bisa gaswat,lagian kasian yah.. yang menarik dia memiliki empat kaki layakny seekor kadal,tapi kakinya selain untuk berjalan di dalam air juga banyak di fungsikan mebantu saay dia berenang,kakinya lebih mirip kaki tokek,tak berselaput layaknya bebek,insangnya menjulur dari bagian sisi kepala tubuhnya dan lebih mirip jengger ayam jago sih,dan dia tak memiliki sisik tebal yg bisa kita temui pada ikan umumnya,tubuhnya polos,warnanya pink keputihan,?lucu)
pertama kali liat ikan ini di tv waktu di indonesia silam ketika seseorang warga bogor menemukannya terseret banjir,di jepang salamder di jadikan pet Animal,berenang lincah imut deh,,,pengen miliki nih ikan

Nama-nama lele di Nusantara

Lele, secara ilmiah, terdiri dari banyak spesies. Tidak mengherankan pula apabila lele di Nusantara mempunyai banyak nama daerah. Antara lain: ikan kalang (Sumatra Barat), ikan maut (Gayo dan Aceh), ikan sibakut (Karo), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makassar), ikan cepi (Sulawesi Selatan), ikan lele atau lindi (Jawa Tengah) atau ikan keli (Malaysia).

Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), gura magura (Srilangka), ??? (Jepang) dan ??? (Tiongkok). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Nama ilmiahnya, Clarias, berasal dari bahasa Yunani chlaros, yang berarti ‘lincah’, ‘kuat’, merujuk pada kemampuannya untuk tetap hidup dan bergerak di luar air.

Pemerian

Ikan-ikan marga Clarias dikenali dari tubuhnya yang licin memanjang tak bersisik, dengan sirip punggung dan sirip anus yang juga panjang, yang terkadang menyatu dengan sirip ekor, menjadikannya nampak seperti sidat yang pendek. Kepalanya keras menulang di bagian atas, dengan mata yang kecil dan mulut lebar yang terletak di ujung moncong, dilengkapi dengan empat pasang sungut peraba (barbels) yang amat berguna untuk bergerak di air yang gelap. Lele juga memiliki alat pernafasan tambahan berupa modifikasi dari busur insangnya. Terdapat sepasang patil, yakni duri tulang yang tajam, pada sirip-sirip dadanya.

Habitat

Lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin, kecuali ikan lele laut yang tergolong ke dalam marga dan suku yang berbeda. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Bahkan ikan lele bisa hidup pada air yang tercemar, misalkan di got-got dan selokan pembuangan.

Ikan lele bersifat nokturnal, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam, ikan lele memijah pada musim penghujan.

Kegunaan

Banyak jenis lele yang merupakan ikan konsumsi yang disukai orang. Sebagian jenis lele telah dibiakkan orang, namun kebanyakan spesiesnya ditangkap dari populasi liar di alam. Lele dumbo yang populer sebagai ikan ternak, sebetulnya adalah jenis asing yang berasal dari Afrika.

Lele dikembangbiakkan di Indonesia untuk konsumsi dan juga untuk menjaga kualitas air yang tercemar. Seringkali lele ditaruh di tempat-tempat yang tercemar karena bisa menghilangkan kotoran-kotoran. Lele yang ditaruh di tempat-tempat yang kotor harus diberok dulu istilahnya sebelum siap untuk dikonsumsi. Diberok itu ialah maksudnya dipelihara pada air yang mengalir selama beberapa hari dengan maksud untuk membersihkannya.

Kadangkala lele juga ditaruh di sawah karena memakan hama-hama yang berada di sawah. Lele sering pula ditaruh di kolam-kolam atau tempat-tempat air tergenang lainnya untuk menanggulangi tumbuhnya jentik-jentik nyamuk.

Ikan lele,  Ikan lele misteri, Ikan lele foto, Ikan lele gambar, Ikan lele video, Ikan lele toyol, Ikan lele cari, Ikan lele melayu, Ikan lele peristiwa, Ikan lele Ikan lele, Ikan lele malaysia, Ikan lele Ikan lele, Ikan lele bf1, misteri foto, misteri gambar, misteri video, misteri kawan, misteri toyo, misteri artis, misteri cari, misteri melayu, misteri layu, misteri melay, misteri malaysia, misteri indon,misteri indo, misteri indonesia, misteri takut, misteri teman, misteri Ikan lele, misteri kl, misteri bf1, Ikan lele misteri, Ikan lele foto, Ikan lele, Ikan lele video, Ikan lele kawan, Ikan lele toyo, Ikan lele artis, Ikan lele cari, Ikan lele melayu, Ikan lele layu, Ikan lele melay, Ikan lele malaysia, Ikan lele indon, Ikan lele indo, Ikan lele indonesia, Ikan lele takut, Ikan lele teman, Ikan lele Ikan lele, Ikan lele kl, Ikan lele bf1,misteri, foto Ikan lele, gambar Ikan lele, video Ikan lele, kawan Ikan lele, toyo Ikan lele, cari Ikan lele, Ikan lele melayu, takut Ikan lele, teman Ikan lele, Ikan lele Ikan lele, misteri, foto, gambar, video, kawan, toyo, artis, cari, melayu, layu, melay, malaysia, indon, indo, indonesia, takut, teman, Ikan lele, kl, bf1, ikan ,berkaki, empat , aneh, lucu

kisah gunong stong…..MISTERI !!!

kisah gunong stong…..MISTERI !!!

 

gunung stong6

 

Kisah ini berlaku kira-kira setahun yang lalu semasa aku mengikuti ekspedisi Rakan Muda ke Gunung Stong. Gunung ini terletak di hutan Jelawang di negeri Kelantan.

Kami sampai ke tapak perkhemahan jam 8:00 malam. Setelah selesai mendirikan khemah, masing-masing membersihkan diri. Ada yang mandi di bilik air yang disediakan, dan ada yang mandi di sungai yang berdekatan. Ketika itu aku sudah merasa seram-sejuk seolah-olah ada sesuatu yang memerhati gerak-geri kami. Aku tidak berani turun ke sungai kerana keadaan cuaca yang gelap. Selepas makan malam, masing-masing membuat aktiviti bebas. Aku mengambil kesempatan ini untuk berkenalan dengan ahli-ahli ekspedisi yang lain. Kami bercerita sehingga lewat malam. Ketika hendak memasuki khemah untuk berehat, aku terkejut kerana aku ternampak kelibat sesuatu didalam khemah. Rakan sekhemah ku sudah lama hanyut dibuai mimpi. Sepanjang malam, aku tidak nyenyak tidur kerana terdengar bunyi-bunyi haiwan hutan yang kadangkala mengerikan.

Kira-kira jam 6:00 pagi kami telah dikejutkan untuk bersiap-siap mendaki Gunung Stong. Masing-masing agak keletihan, maklumlah semalam kami menaiki bas untuk ke kawasan ini selama lebih lapan jam (dari Johor Bahru). Selepas sarapan, masing-masing bersiap untuk mendaki. Setibanya dikaki Gunung Stong, salah seorang peserta tiba-tiba menarik diri kerana kakinya bengkak. Tidak tahu apakah puncanya. Yang lainnya meneruskan perjalanan. Kami merentasi berbagai halangan seperti anak sungai, air terjun dan hutan belukar. Masing-masing kelihatan letih tetapi penuh semangat untuk meneruskan perjalanan.

Kami sampai di pertengahan gunung lewat petang dan bersiap untuk bermalam di situ selepas turun dari puncak gunung nanti. Waktu itu ada di antara kami yang sudah tidak berdaya melangkah dan mengambil keputusan untuk tidak meneruskan perjalanan ke puncak. Mereka hanya menunggu kami di khemah. Aku bersama peserta yang lain meneruskan perjalanan kami. Cahaya matahari semakin kelam dan suasana semakin sejuk. Akhirnya kami tiba di puncak hampir waktu Maghrib. Kami sempat bergambar. Waktu itu aku merasa tersangat letih dan lapar. Nasib baik aku ada membawa sedikit bekalan. Kami berkongsi makanan.

Dalam perjalanan turun, aku adalah di antara yang akhir. Hari semakin gelap. Apabila sampai disuatu kawasan, kami terdengar suara siamang bersahut-sahutan seolah-olah ingin memberitahu sesuatu. Ada di antara peserta wanita yang kecut perut kerana bunyi itu rasanya betul-betul di atas kepala kami. Dengan hanya berpandukan lampu suluh dan panduan dari peserta yang berpengalaman mendaki gunung, kami menuruni gunung sambil berpegangan tangan. Ada di antara kami yang sudah terlalu lemah dan jatuh pengsan. Ini menyebabkan perjalanan kami terhenti beberapa kali. Aku merasa aneh kerana kami masih belum sampai ke kawasan perkhemahan kami walaupun sudah lebih dua jam kami berjalan. Aku rasa aku telah melalui satu kawasan yang sama di mana terdapat pokok yang besar-besar entah berapa kali. Akhirnya guru pandu kami mengakui yang dia tidak berjumpa jalan asal yang kami lalui semasa mendaki ke puncak tadi. Kami menjadi risau, tetapi nasib baik semua berjaya mengawal perasaan. Salah seorang dari kami mencadangkan agar kami meneruskan perjalanan, tetapi masing-masing merasa bimbang kalau-kalau kami semakin jauh tersesat di dalam hutan.

Entah macam mana tiba-tiba muncul sekumpulan pemuda. Masing-masing memakai serban dan jubah putih. Mereka memberi salam. Kami menjawab salam mereka dan menceritakan masalah kami. Menurut mereka, kejadian seperti ini memang selalu berlaku. Mereka menasihatkan kami agar teruskan perjalanan menuruni gunung sambil menunjuk ke satu arah. Masing-masing melihat ke arah yang  di tunjukkan. Kumpulan pemuda tadi hilang entah ke mana. Masing-masing terdiam. Kami meneruskan perjalanan ke arah yang di tunjukkan dan tidak lama kemudian kami ternampak cahaya kelam yang datangnya dari kawasan perkhemahan kami. Sampai sahaja di khemah, kami terus dihujani dengan berbagai pertanyaan. Kami tersesat lebih dari satu jam. Nasib baik ada kumpulan yang berjubah tadi membantu kami. Yang menghairankan kami, untuk apa mereka menuju arah ke puncak sedangkan di sana tidak terdapat sebarang perkampungan pun.

Entah kenapa, walaupun letih, aku merasa susah untuk tidur. Di luar hujan turun dengan lebatnya. Aku merasa risau kerana khemah kami didirikan di atas tanah yang tidak berapa rata. Takut nanti kami hanyut dibawa arus atau tanah runtuh.

Keesokkan harinya, kami berkhemas untuk turun ke tapak perkhemahan kami sebelum ini. Dalam perjalanan turun, masing-masing sibuk menceritakan pengalaman masing-masing. Di samping itu kami terpaksa berhati-hati kerana jalan licin. Ada juga di antara kami yang tersungkur entah berapa kali. Yang menggelikan hati, ada yang terjatuh ke dalam lopak air yang agak dalam gagal untuk naik semula walaupun di tolong oleh beberapa orang.

Kami sampai di satu tempat rehat yang dinamakan Baha Camp. Di situ masing-masing melepaskan penat lelah dengan mandi dan memasak makanan. Hari pun sudah tengahari. Sedang kami leka mandi, tiba-tiba ketua kumpulan ekspedisi menyuruh kami cepat bersiap untuk bertolak turun. Kami terpinga-pinga. Letihpun belum hilang rasanya. Dia kata sesuatu yang buruk telah berlaku dan menyuruh kami cepat meninggalkan kawasan itu. Aku segera naik ke darat dan mengambil barang-barang aku. Aku mendapat tahu yang salah seorang peserta wanita telah dirasuk makhluk halus. Dia tidak suka kami berada dikawasannya dan mengugut untuk merasuk lebih ramai lagi sekiranya kami terus berasa di situ. Walaupun takut, masing-masing masih dapat mengawal perasaan. Kami berkumpul dan berjalan bersama-sama menuruni gunung. Yang tinggal hanyalah ketua kumpulan, peserta yang di rasuk serta beberapa orang trecker yang bekerja di Baha Camp. Dalam perjalanan masing-masing masih tertanya-tanya apakah yang sebenarnya berlaku.

Kami sampai ditapak perkhemahan lewat petang. Selepas mendirikan khemah dan mandi kami bersiap untuk memasak. Dalam waktu itu kami melihat peserta yang di rasuk tadi turun bersama-sama yang lain. Dia kelihatan normal. Sebelum masuk ke kawasan khemah, Abang Baha (Ketua Baha Camp) membaca sesuatu lalu dihembus ke peserta tadi. Tiba-tiba dia menjadi lemah dan terus di sambut dan di papah kekawasan khemah. Dia dibaringkan di tengah-tengah padang dan abang Baha terus membaca jampi serapahnya. Kami tidak dibenarkan mendekati peserta tadi kerana menurut abang Baha makhluk yang merasuknya masih berada di kawasan itu bersama dengan kawan-kawannya. Walaupun kami tidak nampak makhluk dan kawan-kawannya itu, kami patuh pada arahan abang Baha.

Selepas makan malam, semua mengerumuni abang Baha untuk mengetahui cerita yang sebenarnya. Menurutnya makhluk halus yang tinggal di kawasan gunung itu marah pada peserta berkenaan kerana memetik sekuntum bunga dari pokok yang hanya menghasilkan bau setiap tujuh tahun. Katanya lagi jika kami masih berada di Baha Camp, mungkin lebih ramai lagi yang akan dirasuk. Walaupun makhluk itu berjaya diusir dari badan peserta berkenaan semasa di Baha Camp lagi, abang Baha terpaksa membenarkannya merasuk semula peserta itu untuk menolong mambawa peserta itu turun sehingga ke kawasan khemah. Jika tidak mereka menghadapi masalah untuk membawanya turun dengan keadaan badannya yang lemah. Dan banyak lagi yang diceritakan oleh abang Baha mengenai hutan disitu.

Malam itu kami berkumpul dalam beberapa kumpulan. Masing-masing menceritakan kisah petang tadi dan ada juga yang menceritakan pengalaman yang serupa. Aku merasa seolah-olah seperti berada di Cineplex. Bila sudah jemu mendengar cerita satu kumpulan, aku beralih kekumpulan yang lain. Walaupun topik perbualan hampir sama, aku masih tetap mahu mendengarnya. Ada yang tidak tidur sehingga keesokan hari kerana asyik bercerita dan mendengar cerita.

Dalam perjalanan pulang ke Johor Bahru, ketua ekspedisi memberi peluang pada setiap peserta untuk meluahkan isi hati masing-masing berkenaan ekspedisi kami ini termasuklah peserta yang dirasuk semalam. Walaupun dia tidak ingat setiap kejadian, tetapi dia memberitahu kami yang dia beberapa kali terserempak dengan beberapa orang yang bukan peserta ekspedisi semasa menaiki puncak Gunung Stong. Daripada kejadian yang aku alami, aku sedar betapa kita semua perlu menghormati harta benda orang lain dan jangan bersikap angkoh apabila memasuki sesuatu kawasan yang kita belum kenal sepenuhnya. Kita juga perlu menjaga flora dan fauna. Buat kawan-kawan yang sama-sama menyertai Ekspedisi Gunung Stong, aku ucapkan selamat berjaya. Semoga kita bertemu diekspedisi yang lainnya.

Sekian.

MOTHMAN

mothman-1

MOTHMAN

Mothman adalah salah satu urban legend yang cukup terkenal di daerah Virginia. Mothman digambarkan adalah mahluk bersayap dan setinggi manusia, bermata merah, kadang muncul tanpa kepala dan mata merahnya ada di dada. Pertama kali ditemukan di daerah perkuburan di Virginia tahun 1926. Hingga hari ini, polisi masih menerima laporan mengenai kemunculan Mothman. Siapa dia? Tidak seorang pun yang tahu. Secara umum, tidak pernah ada laporan ada orang yang diserang Mothman.

MOTHMAN,  MOTHMAN misteri, MOTHMAN foto, MOTHMAN gambar, MOTHMAN video, MOTHMAN toyol, MOTHMAN  cari, MOTHMAN melayu, MOTHMAN peristiwa, MOTHMAN hantu, MOTHMAN malaysia, Hantu Cermin hantu, MOTHMAN bf1, misteri foto, misteri gambar, misteri video, misteri kawan, misteri toyo, misteri artis, misteri cari, misteri melayu, misteri layu, misteri melay, misteri malaysia, misteri indon,misteri indo, misteri indonesia, misteri takut, misteri teman, misteri hantu, misteri kl, misteri bf1, hantu misteri, hantu foto, MOTHMAN, hantu video, hantu kawan, hantu toyo, hantu artis, hantu cari, hantu melayu, hantu layu, hantu melay, hantu malaysia, hantu indon, hantu indo, hantu indonesia, hantu takut, hantu teman, hantu hantu, hantu kl, hantu bf1,misteri gay, foto hantu, gambar hantu, video hantu, kawan hantu, toyo hantu, artisgay, cari hantu, hantu melayu, takut hantu, teman hantu, hantu hantu, misteri, foto, gambar, video, kawan, toyo, artis, cari, melayu, layu, melay, malaysia, indon, indo, indonesia, takut, teman, hantu, kl, bf1, cari misteri, cari toyo, cari gambar, cari cari, cari teman, cari bf1